Skip to main content

Posts

Showing posts matching the search for menjual-produk-dengan-hard-selling

Menjual Produk dengan Hard Selling

Meskipun terkesan keras, tetapi hard selling harus tetap kita gunakan. Dengan hard selling kita akan membuat penawaran langsung kepada calon konsumen. Sebenarnya ada banyak sekali teknik dalam hard selling, tetapi saya sudah rumuskan teknik hard selling tadi dalam bentuk beberapa pointers berikut ini. Silakan Anda TIRU strategi jualan yang sudah saya rumuskan ini. Untuk Anda yang mau jualan dengan teknik hard selling, maka : · BERIKAN DISKON. Orang-orang suka membeli produk yang diberi diskon. Jika mau produk yang Anda tawarkan cepat laku, maka berikanlah diskon dalam jangka waktu tertentu. Misalkan nih, harga produk Anda adalah 150 Ribu Rupiah maka buatlah diskon seperti ini “potongan harga 30 % untuk Anda yang beli dalam 3 hari ini.” Jadi dari harga 150 ribu, harga yang Anda pasang adalah harga 100 Ribu. Dengan strategi semacam ini, orang akan mikir “Ihh BEGO banget sih gua, kalau ngelewatin diskon terbatas segede gini.” Ini adalah salah satu bentuk trik psikologi sederhana da...

3 Langkah Dahsyat Jualan di Facebook

Ada 3 langkah dahsyat buat berjualan di Facebook, 3 langkah itu adalah : 1. Mempersiapkan akun Facebook yang akan kita pakai untuk jualan. 2. Mentarget Konsumen. 3. Berjualan dan Mempromosikan Produk Kita. Yuk mari mulai dari yang nomor 1 yaitu mempersiapkan akun Facebook yang akan kita pakai untuk jualan. Anda sudah punya akun Facebook? Bagus kalau sudah ada.. tapi sayangnya tidak sembarang akun Facebook bisa kita optimalkan untuk jualan. Sebuah akun Facebook berisi banyak status alay, tetapi produk yang akan dipasarkan lewat akun itu adalah produk yang serius, misal obat penyakit diabetes. Cocok nggak kira-kira, obat diabetes yang kesannya serius dan mengandung taruhan nyawa tapi dipromosikan pakai akun Facebook yang isinya status alay? Kalau mau jualan obat diabetes maka buatlah akun Facebook yang benar-benar menampilkan kesan sebagai pakar dari penyakit diabetes. Gimana contohnya? Supaya jelas mari kita ambil studi kasus langsung. Teman saya, menjual waralaba yang n...